selamat datang di WEBSITE KPU Kota padangsidempuan provinsi sumatera utara   Click to listen highlighted text! selamat datang di WEBSITE KPU Kota padangsidempuan provinsi sumatera utara

Sosialisasi KPU Goes To School di SMAN 6 Padangsidimpuan

Koordinator Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Muktar Helmi Nasution SPd I MPd memaparkan materinya dihadapan para siswa-siswi saat kegiatan Sosialisasi KPU Goes To School di SMAN 6 Kota Padangsidimpuan, Selasa (27/3).

PADANGSIDIMPUAN

Pemilih Pemula harus menjadi baris terdepan untuk mencegah praktik money politic pada penyelenggaraan pesta demokrasi. Sebab, pemilih pemula dianggap mampu memberikan informasi yang dapat mencerdaskan orang sekitarnya sehingga tidak terpengaruh terhadap praktik yang dapat merusak Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Demikian disampaikan oleh Koordinator Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Kota Padangsidimpuan, Muktar Helmi Nasution SPd I MPd saat memaparkan materi dalam aara Sosialisasi KPU Goes To School di SMAN 6 Kota Padangsidimpuan, Selasa (27/3).

Pada kesempatan itu, Muktar menjelaskan penyelenggaraan Pilkada Serentak yang ada di Sumatera Utara, mulai dari Pilgubsu dan Pilkada Kota Padangsidimpuan. Sehingga para siswa-siswi yang menjadi pemilih pemula lebih dapat mengenal kandidatnya.

“Di Pilgubsu ada 2 kandidat, Eramas (Edi Rahmayadi dan Musa Rajekshah) nomor 1, Djoss (Djarot-Sihar) nomor urut 2. Sedangkan Pilkada Psp ada 3 kandidat, nomor 1 ada Isnan-Ali, nomor 2 ada Rusydi-Rosad dan nomor 3 ada Irsan-Arwin,” paparnya.

Koordinator SDM dan Parmas ini juga menjelaskan betapa pentingnya cerdas dalam menentukan pilihan. Dengan cara tidak terpengaruh dengan praktik politik uang dan tidak menerima serta merta informasi hoak.

“Sesuai dengan tema kita,’pemilih cerdas itu kami dong, no money politic, no hoax and no SARA’,” tuturnya.

Kenapa harus menolak money politik, muktar memaparkan bahwa praktik politik uang akan dapat merusak pembangunan selama 5 tahun ke depan.

“Kalau kalian menerima uang 200 ribu , 5 tahun itu sama dengan 1825 hari, jadi Rp109,8 lah perhari. Tapi jangan lagi kita berharap lebih terhadap pembangunan karena sudah dibayar diawal, siapa yang dapat merubah ini, adek-adek sekalian. Makanya kenali calonnya. Lihat bagaimana orangnya, kalian bisa menyampaikan informasi ini kepada orangtua, keluarga dan tetangga agar tidak mudah terpengaruh,” jelasnya.

Selain itu, Muktar mengingatkan agar para siswa-siswi tidak mudah terpengaruh dengan informasi hoax yang ada di media sosial. Karena informasi di media sosial sudah dipantau kepolisian, kejaksaan, dan panwaslih Kota Padangsidimpuan yang tergabung dalam Gakkumdu.

“Jangan ikut berkomentar terkait dengan hal-hal yang hoax, media sosial itu sudah dipantau. Sebagai pemilih pemula, kalian harus mampu menjadi orang yang terdepan sebagai pemilih cerdas,” jelasnya.

Pada saat itu, Muktar juga memaparkan jenis-jenis APK dan Bahan Kampanye kepada para siswa-siswi. Serta mengingatkan kembali bahwa apa yang ada di angkutan umum itu melanggar aturan atau tidak termasuk sebagai bahan kampanye.

Terakhir, KPU Kota Padangsidimpuan menghibur para siswa-siswi dengan memberikan pertanyaan seputar materi yang disampaikan, siswa yang berhasil menjawab diberikan hadiah alat tulis dan bahan sosialisasi kepada para siswa-siswi, serta memberikan cinderamata becak motor vespa kepada pihak SMAN 6 Padangsidimpuan.

“Kita berterimakasih kepada tim dari KPU telah berkenan memberikan sosialisasi. Hari ini, kita diberikan sosialisasi pemilih cerdas. Kemudian, kalian (siswa-siswi) jangan lupa untuk memanfaatkan momen ini untuk menambah wawasan serta jangan lupa ikuti perekaman KTP Elektronik yang saat ini ada di sekolah,” pungkasnya. (Admin)

Bagikan ini

Comments are closed.

Mengecil dan Memperbesar Huruf
Click to listen highlighted text!