Click to listen highlighted text!

Technical Meeting Debat Kampanye, Ini Poin-poin Pentingnya…

Jajaran KPU Kota Padangsidimpuan melaksanakan Technical Meeting Debat Kampanye dengan Pasangan Calon/Tim Penghubung, di Sopo Godang Demokrasi, Selasa (8/5).

PADANGSIDIMPUAN

Jajaran KPU Kota Padangsidimpuan melaksanakan Technical Meeting Debat Kampanye (Debat Publik) dengan Pasangan Calon/Tim Penghubung, di Sopo Godang Demokrasi, Selasa (8/5).

Technical Meeting membahas poin penting pelaksanaan debat kampanye, termasuk teknis pelaksnaaannya. Kegiatan ini dihadiri Tim Penghubung/Tim Kampanye Pasangan Calon nomor urut 1, Tim Penghubung/Tim Kampanye Pasangan Calon Nomor urut 2, dan Pasangan Calon nomor urut 3 Irsan Efendi Nasution SH dan Ir H Arwin Siregar MM beserta tim.

Kemudian, Ketua KPU Kota Padangsidimpuan Dr H Arbanur Rasyid MA, Koordinator Divisi Perencanaan dan Data Ahmad Rasid SPd, dan Koordinator Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Muktar Helmi Nasution SPd I MPd. Disaksikan oleh Koordinator Divisi Hubungan Antar Lembaga Panwaslih Ramadhan Sakti Siregar SE.

Mekanisme Penyelenggaraan Debat Publik atau Debat Terbuka Antar Pasangan Calon Dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padangsidimpuan tahun 2018 tertuang dalam Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Padangsidimpuan nomor 49/PP.02.3-Kpt/KPU-Kota/V/2018.

“Debat Kampanye ini hanya dilaksanakan 1 kali kegiatan. Disesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” kata Koordinator Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Muktar Helmi Nasution SPd I MPd.

Metode Debat, lanjut Muktar, setiap Pasangan Calon diberikan waktu selama 5 menit untuk memaparkan visi-misi serta program unggulannya dalam membangun Kota Padangsidimpuan. Setiap Pasangan Calon diberikan waktu 2 menit untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh moderator, kemudian Pasangan Calon lain diberikan waktu 1 menit untuk menanggapi jawaban dari Pasangan Calon.

Selanjutnya, hitungan waktu dimulai ketika Pasangan Calon berbicara. Tidak dibenarkan memotong pembicaraan Pasangan Calon yang sedang menjawab pertanyaan. Setiap Pasangan Calon tidak boleh memberi pertanyaan menyerang personal (pribadi) Pasangan Calon yang lain. Pertanyaan antar Pasangan Calon hanya seputar visi dan misi.

“Materi Debat Publik adalah visi-misi Pasangan Calon dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menyelesaikan persoalan daerah, memajukan daerah. Menyerasikan pembangunan daerah kabupaten/kota dan provinsi dengan Nasional serta memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas Muktar.

Seterusnya, setiap Pasangan Calon diberikan waktu selama 3 menit untuk menyampaikan pernyataan penutup. Debat hanya dilakukan 1 kali dengan menghadirkan tamu, undangan Komisi Pemilihan Umum Kota Padangsidimpuan sebanyak 60 orang, kemudian setiap Pasangan Calon hanya dibolehkan membawa pendukung sebanyak 30 orang.

“Tamu dan undangan KPU Kota Padangsidimpuan diberikan kesempatan memberi 2 pertanyaan atau pernyataan kepada 6 orang untuk dijawab atau ditanggapi masing-masing Pasangan Calon,” tuturnya.

Muktar juga menyampaikan Debat Publik akan dibagi 4 sesi, sesi pertama Debat Antar Calon Walikota meliputi pemaparan visi-misi. Kemudian, sesi kedua, Debat Antar Calon Wakil Walikota. Sesi ketiga, debat antar Pasangan Calon yaitu tanya-jawab antar Pasangan Calon diberikan waktu bertanya kepada Pasangan Calon selama 2 menit. Sesi keempat, debat pasangan calon dengan menjawab pertanyaan undangan atau menanggapi pernyataan undangan.

“Tamu, undangan dan pendukung dilarang melakukan intimidasi dalam bentuk ucapan maupun tindakan, wajib menjaga ketertiban demi kelancaran acara debat publik,” papar Muktar. (admin)

Bagikan ini

Comments are closed.

Mengecil dan Memperbesar Huruf
Click to listen highlighted text!